Protein dalam Urine

Protein dalam Urine

protein-urine#

Protein dalam Urine

Tes dipstick akan menunjukkan berapa banyak protein hadir dalam urin Anda, dan ini diklasifikasikan dari + (rendah) untuk ++++ (tinggi). Sebuah gradasi yang tinggi terutama pada kehamilan dapat menunjukkan pre-eklampsia, suatu kondisi serius yang memerlukan pemantauan ketat. Sebuah masalah mendasar seperti kerusakan ginjal juga dapat menyebabkan output protein tinggi pada wanita hamil. Sebuah gradasi yang rendah biasanya menunjukkan infeksi saluran kemih.

Jika infeksi saluran kemih diduga, penyedia layanan kesehatan Anda akan mengirimkan urin Anda ke laboratorium untuk pengujian lebih tepat. Satu sampel urin mungkin cukup, atau . Di laboratorium, sampel Anda akan diuji untuk bakteri dan kemudian antibiotik akan direkomendasikan. Jika Anda menunjukkan gejala-gejala lain dari infeksi saluran kemih, dokter mungkin meresepkan antibiotik sebelum hasil lab kembali. Sangat penting untuk melakukan pemantauan protein dalam urine , selain diatas ada ancaman protein dalam urine yang cukup marak di bicarakan yaitu proteinuria , proteinuria itu sendiri merupakan sejumlah kecil protein yang dapat dideteksi pada urin orang yang sehat karena perubahan fisiologis. Selama olah raga, stres atau diet yang tidak seimbang dengan daging dapat menyebabkan proteinuria transien. Pra-menstruasi dan mandi air panas juga dapat menyebabkan proteinuria. Bayi baru lahir dapat mengalami peningkatan proteinuria selama usia 3 hari pertama.

Protein dalam Urine

Pengukuran proteinuria dapat dipakai untuk membedakan antara penderita yang memiliki risiko tinggi menderita penyakit ginjal kronik yang asimptomatik dengan yang sehat. Proteinuria yang persistent (tetap ≥ +1, dievaluasi 2-3x / 3 bulan) biasanya menunjukkan adanya kerusakan ginjal. Proteinuria persistent juga akan memberi hasil ≥ +1 yang terdeteksi baik pada spesimen urine pagi maupun urine sewaktu setelah melakukan aktivitas.

Protein terdiri atas fraksi albumin dan globulin. Peningkatan ekskresi albumin merupakan petanda yang sensitif untuk penyakit ginjal kronik yang disebabkan karena penyakit glomeruler, diabetes mellitus, dan hipertensi. Sedangkan peningkatan ekskresi globulin dengan berat molekul rendah merupakan petanda yang sensitif untuk beberapa tipe penyakittubulointerstitiel.

Proteinuria positif perlu dipertimbangkan untuk analisis kuantitatif protein dengan menggunakan sampel urine tampung 24 jam. Jumlah proteinuria dalam 24 jam digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat keparahan ginjal. Proteinuria rendah (kurang dari 500mg/24jam). Pengaruh obat : penisilin, gentamisin, sulfonamide, sefalosporin, media kontras, tolbutamid (Orinase), asetazolamid (Diamox), natrium bikarbonat.

Proteinuria sedang (500-4000 mg/24 jam) dapat berkaitan dengan glomerulonefritis akut atau kronis, nefropati toksik (toksisitas obat aminoglikosida, toksisitas bahan kimia), myeloma multiple, penyakit jantung, penyakit infeksius akut, preeklampsia.

Proteinuria tinggi (lebih dari 4000 mg/24 jam) dapat berkaitan dengan sindrom nefrotik, glomerulonefritis akut atau kronis, nefritis lupus, penyakit amiloid.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium

  • Hasil positif palsu dapat disebabkan oleh hematuria, tingginya substansi molekular, infus polivinilpirolidon (pengganti darah), obat (lihat pengaruh obat), pencemaran urine oleh senyawa ammonium kuaterner (pembersih kulit, klorheksidin), urine yang sangat basa (pH > 8)
  • Hasil negatif palsu dapat disebabkan oleh urine yang sangat encer, urine sangat asam (pH di bawah 3)