Penjelasan Pengaruh Alat Ukur Intensitas Cahaya

Penjelasan Pengaruh Alat Ukur Intensitas Cahaya

intensitas-cahaya-1

Tanpa kita sadari, sebenarnya salah satu pengaruh terbesar pada kehidupan adalah cahaya, dan pengaruh buruk dan baiknya memang tergantung kebutuhan masing-masing . Agar cahaya dapat berpengaruh baik maka di perlukan pantauan dengan alat ukur yang pada umumnya digunakan dalam mengukur intensitas cahaya adalah Lux meter. Besarnya intensitas cahaya ini perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia juga memerlukan penerangan yang cukup. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Sehingga cahaya yang diterima oleh sensor dapat diukur dan ditampilkan pada sebuah tampilan digital ataupun non digital. Lux meter menggunakan sensor cahaya sebagai pendeteksi cahaya. Sensor diletakkan pada sumber cahaya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan lebih besar. Oleh karena itu, pembacaan merupakan kombinasi efek dari semua panjang gelombang. Untuk itulah makalah ini dibuat untuk lebih menyederhanakan pembuatan alat ukur intensitas cahaya dalam bentuk rangkaian yang lebih sederhana tetapi fungsinya tidak kalah dengan alat ukur intensitas cahaya elektronik seperti lux meter.

Penjelasan Pengaruh Alat Ukur Intensitas Cahaya

Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Cahaya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Matahari adalah sumber cahaya utama di bumi. Tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk membuat makanan. Sinar dari matahari yang datang dapat disebut sebagai sinar alami. Sifat-sifat cahaya ialah, cahaya bergerak lurus ke semua arah.

Berkurangnya intensitas cahaya tersebut dapat dideteksi oleh alat yang peka terhadap perubahan intensitas cahaya, yaitu fototransistor. Fototransistor dapat dimanfaatkan sebagai rangkaian pengukur intensitas cahaya dengan sebuah rangkaian penguat sederhana berdasar rangkaian Op-Amp (Uldin, 2010).

Sensor cahaya yang digunakan pada lux meter adalah Photo dioda. Photo diode digunakan sebagai komponen pendeteksi ada tidaknya cahaya maupun dapat digunakan untuk membentuk sebuah alat ukur akurat yang dapat mendeteksi intensitas cahaya dibawah 1pW/cm2 sampai intensitas diatas 10mW/cm2. Photo dioda mempunyai resistansi yang rendah pada kondisi forward bias, kita dapat memanfaatkan photo dioda ini pada kondisi reverse bias dimana resistansi dari photo dioda akan turun seiring dengan intensitas cahaya yang masuk. Berbagai jenis cahaya yang masuk pada lux meter baik itu cahaya alami atapun buatan akan mendapatkan respon yang berbeda dari sensor. Berbagai warna yang diukur akan menghasilkan suhu warna yang berbeda, dan panjang gelombang yang berbeda pula. Oleh karena itu pembacaan hasil yang ditampilkan oleh layar panel adalah kombinasi dari efek panjang gelombang yang ditangkap oleh sensor photo diode (Pratiwi, 2014).

 

Penjelasan Pengaruh Alat Ukur Intensitas Cahaya

Alat ukur cahaya (lux meter) adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya di suatu tempat. Besarnya intensitas cahaya ini perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia juga memerlukan penerangan yang cukup. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Luxmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang terdapat pada suatu ruangan atau tempat tertentu. Intensitas cahaya yang terdapat pada suatu ruangan harus sesuai dengan intensitas cahaya standarnya. Intensitas cahaya standar dipengaruhi oleh luas ruangan dan juga fungsi dari ruangan tersebut. Dengan kita mengetahui intensitas cahaya standar pada suatu ruangan, maka kita dapat menentukan intensitas cahaya lampu yang harus kita gunakan.
Dalam merangkai rangkaian alat ukur intensitas cahaya ini, kami menggunakan resistor sebagai penghambat arus listrik, resistor variabel sebagai pengatur taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit rangkaian, lampu LED sebagai indikator rangkaian dapat berfungsi dengan baik yang dgroundkan dan disambungkan dengan kabel silikon yang disusun dalam papan rangkaian yang dirangkai sebagai upaya menyederhanakan alat ukur intensitas cahaya yang rumit seperti lux meter menjadi rangkaian sederhana yang dapat berfungsi sama baiknya dengan lux meter.
Rangkaian alat ukur intensitas cahaya yang dirangkai menjadikan beban yang ingin dikendalikan tidak hanya sebatas lampu LED saja tetapi bisa digunakan beban lain sesuai kebutuhannya seperti resistor. Rangkaian alat ukur intensitas cahaya yang dirangkai lebih sederhana dan sering ditemui, karena memang rangkaian alat ukur intensitas bisa berkerja dengan penggunaan kompenen yang relatif sedikit dan sederhana. Rangkaian alat ukur intensitas cahaya diatas menggunakan resistor sebagai alat perasa perubahan intensitas cahaya, dimana resistor memiliki nilai resistansi tidak berubah-ubah, sehingga tingkat intensitas cahaya yang diterimanya hanya pada jangkau nilai resistansi resistor variabel itu saja.
Prinsip kerja dari rangkaian alat ukur intensitas cahaya sebenarya sangat sederhana. Pembagian tegangan antara resistor dan potensiometer merupakan inti dari rangkaian sensor cahaya diatas. Kenaikan tegangan pada potensiometer akan mengurangi tegangan yang jatuh pada resistor, begitupun sebaliknya kenaikan tegangan pada resistor akan mengurangi tegangan jatuh pada potensiometer. Pembagian tegangan sesuai dengan rumus pembagi tegangan yang berlaku pada rangkaian seri.