Pengaruh Suhu pada Produksi Makanan

Pengaruh Suhu pada Produksi Makanan

bakteri

Pengaruh Suhu pada Produksi Makanan

 

Suhu brpengaruh pada oksidasi dan pembusukan makanan. Bakteri akan mudah membusukkan makanan pd suhu normal. Makanya agar ga cpt busuk, makanan d simpan d suhu rendah kayak lemari es agar bakteri ga mampu brtahan.

Suhu merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba. Setiap mikroba mempunyai kisaran suhu dan suhu optimum tertentu untuk pertumbuhannya.

Berdasarkan kisaran suhu pertumbuhan, mikroba dibedakan atas tiga kelompok sebagai berikut:
– Psikrofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran suhu pertumbuhan 0 – 20°C.
– Mesofil, yaitu mikroba yang mempunyai kisaran suhu pertumbuhan 20 – 45°C.
– Termofil, yaitu mikroba yang mempunyai suhu pertumbuhannya di atas 45°C.

Kebanyakan mikroba perusak pangan merupakan mikroba mesofil, yaitu tumbuh baik pada suhu ruangan atau suhu kamar. Bakteri patogen umumnya mempunyai suhu optimum pertumbuhan sekitar 37 derajat C, yang juga adalah suhu tubuh manusia. Oleh karena itu suhu tubuh manusia merupakan suhu yang baik untuk pertumbuhan beberapa bakteri patogen.

Pengaruh Suhu pada Produksi Makanan

Mikroba perusak dan patogen umumnya dapat tumbuh pada kisaran suhu 4-66 derajat C. Oleh karena kisaran suhu tersebut merupakan suhu yang kritis untuk penyimpanan pangan, maka pangan tidak boleh disimpan terlalu lama pada kisaran suhu tersebut. Pangan harus disimpan pada suhu di bawah 4 derajat C atau di atas 66 derajat C. Pada suhu di bawah 4°C, mikroba tidak akan mati tetapi kebanyakan mikroba akan terhambat pertumbuhannya, kecuali mikroba yang tergolong psikrofil. Pada suhu di atas 66 derajat C, kebanyakan mikroba juga terhambat pertumbuhannya meskipun beberapa bakteri yang tergolong termofil mungkin tidak mati.