Memenuhi Standar Mutu , Minyak Sereh Mempunyai Harga yang Tinggi dibandingkan Lainnya

MINYAKSEREH2

 

Minyak sereh merupakan komoditi di sektor agribisnis yang memiliki pasaran bagus dan berdaya saing kuat di pasaran luar negeri. Indonesia merupakan negara penghasil minyak atsiri yang dari satu dari jenis populernya adalah minyak sereh wangi, di sebutkan oleh berbagai sumber minyak atsiri sendiri merupakan komoditi yang menghasilkan devisa negara .

Memenuhi Standar Mutu Minyak Sereh Mempunyai Harga yang Tinggi dibandingkan Lainnya

“Minyak sereh wangi merupakan salah satu jenis populernya, lalu sebenarnya ada berapa jenis minyak atsiri sebenarnya ?” ” Baik…

Indonesia baru menghasilkan sembilan jenis minyak atsiri yaitu: minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak nilam, minyak akar wangi,minyak pala, minyak kayu putih dan minyak sereh wangi.

Di indonesia yang paling menonjol yaitu: minyak pala minyak nilam, minyak cengkeh dan minyak sereh wangi. Semenjak itu minyak atsiri mendapat perhatian besar dari pemerintah indonesia “

Tetapi masyarakat indonesia sendiri masih belum banyak yang mengetahui tentang informasi ini, Sebagai contoh tanaman sereh wangi, merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dalam perdagangan dikenal dengan nama “ei tronella oil”. Nama ini masih asing bagi sebagian orang, sebab hampir sepuluh tahun lebih sereh wangi luput dari perbincangan dan perhatian orang (Anonimous, 1988) oleh karenanya  tanaman sereh ini tampaknya masih banyak yang belum digarap untuk siap diinvestasi. di Sumatera utara Sebagian kecil petani  mengusahakan tanaman ini tetap ada walau hanya sebagai kerjaan sambilan , Tetapi ada juga perusahaan – perusahaan khususnya yang mengerjakan penyulingannya secara sederhana ataupun yang melakukan lama penyulingan yang tidak memenuhi standar tentu saja hal ini akan menurunkan kwalitas minyak yang di hasilkan.

Memenuhi Standar Mutu Minyak Sereh Mempunyai Harga yang Tinggi dibandingkan Lainnya

Minyak yang terdapat di alam dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu: minyak mineral (mineral oil), minyak yang dapat dimakan (edible fat) dan minyak atsiri (essential oil). (Guenther,1987) . minyak sereh wangi mempunyai harga pasaran yang tinggi sesudah minyak pala dan minyak lada. Hanya masalahnya sekarang adalah masih banyak para petani sereh wangi yang melakukan penyulingan hanya secara tradisionil saja. Sehingga untuk mendapatkan rendemen yang tinggi serta kwalitas minyak yang dikehendaki konsumen tidak terpenuhi. (Ketaren, 1985) Minyak sereh adalah salah satu minyak Atsiri yang penting di Indonesia di samping minyak atsiri lainnya. Produksi minyak sereh sebelum perang dunia II menempati puncak yang tertinggi di pasaran dunia, begitu juga tentang mutunya. Akan tetapi setelah perang dunia II produksi tersebut menurun dengan cepat, sehingga penghasil minyak sereh sampai akhir tahun 1941 nilainya seperdelapan dari nilai sebelumnya. (Gu enther, 1987) susunan kimia minyak sereh susunan kimia minyak sereh2 susunan kimia minyak sereh3 susunan kimia minyak sereh4  

Penyulingan minyak sereh wangi di Indonesia biasanya dilakukan dengan menggunakan uap air yaitu dengan dua cara, secara langsung dan secara tidak langsung.

  • Pada penyulingan secara langsung, bahan atau daun sereh wangi yang akan diambil minyaknya dimasak dengan air, dengan demikian penguapan air dan minyak berlangsung bersamaan. Kendati penyulingan langsung seolah-olah memudahkan penanganan tetapi ternyata mengakibatkan kehilangan hasil dan penurunan mutu. Penyulingan langsung dapat mengakibatkan teroksidasi danterhidrolisis, selain itu menyebabkan timbulnya hasil sampingan yang tidak dikehendaki.  
  • Pada penyulingan secara tidak langsung, yaitu dengan cara memisahkan penguapan air dengan penguapan minyak. Bahan tumbuhan diletakkan ditempat tersendiri yang dialiri uap air, atau secara lebih sederhana bahan tumbuhan diletakkan di atas air mendidih. (Harris, 1987) Pada awal penyulingan, akan tersuling sejumlah besar geraniol dan sitronellal, sedangkan pada penyulingan lebih lanjut, total geraniol dan sitronellal yang dihasilkan semakin berkurang. Berdasarkan pengalaman pada penyulingan 4,5 jam akan menghasilkan minyak sereh wangi dengan kadar geraniol maksimum 85 persen dan sixronellal 35 persen. Dengan demikian penyulingan diatas 4,5 jam (5- 6) jam tidak akan menambah kadar kedua zat tersebut. Lama penyulingan tergantung dari tekanan uap yang dipergunakan dan faktor kondisi terutama kadar air daun sereh. Pada prinsipnya, tekanan yang dipergunakan tidak boleh terlalu tinggi, karena pada tekanan yang terlalu tinggi minyak akan terdekomposisi, terutama pada waktu penyulingan yang terlalu lama. Suatu hal yang penting dalam penyulingan minyak sereh adalah agar suhu dan tekanan tetap seragam dan tidak menurun secara tiba-tiba selama proses berlangsung. (Virmani dan S.C Bath, 1971).