Konduktivitas adalah sebuah peranan penting

EC atau Electrical Conductivity sangat mempunyai pengaruh besar dalam kualitas proses produksi, proses produksi yang dimaksud disini pemantauan unsur hara tanaman . EC Meter sendiri mempunyai fungsi mengukur konsentrasi hara yaitu mengukur kelancaran pengantaran listrik antara katoda positif dan anoda negatif . pada persemaian digunakan EC 1,0-1,2. Sayuran daun menggunakan EC 2,4 – 3,2. Sayuran buah pada fase vegetatif menggunakan EC 2,0-2,5. Larutan hara dengan EC 3,0-3,5 digunakan menjelang peralihan fase vegetatif ke generatif dan selama masa produktif hingga tanaman dibongkar 4-6 bulan kemudian. Selain EC, pH juga merupakan parameter ampuh untuk mengevaluasi tingkat kesuburan tanah.

Konduktivitas adalah sebuah peranan penting

Secara alami, konsentrasi garam dari rembesan air laut, sedimen marin, akumulasi unsur material sekitar tambang, menunjukkan indikasi nilai EC tinggi. Implementasi praktikal akibat kegiatan manusia, juga mempengaruhi nilai EC tanah dan air, seperti aplikasi pemupukan, pembuangan limbah pabrik, ameliorasi dan amendemen lahan menggunakan bahan kimia, dan lain-lain.

EC dengan larutan hara yang tinggi mempunyai banyak manfaat shelf-life di supermarket kian panjang, meningkatkan kadar gula buah dan kesegaran lebih terasa dan umur panen lebih singkat . Tetapi yang tinggi disini di maksudkan sesuai dengan range kebutuhan yang salah satunya sudah saya jelaskan di atas . EC yang terlalu tinggi melebihi ambang batas akan merusak tanaman. Secara umum nilai EC 4,6 adalah ambang batas EC larutan.

Konduktivitas adalah sebuah peranan penting

Oleh sebab itu, fungsi EC/Conductivity meter sangat bermanfaat besar. Nilai konduktivitas listrik sebuah zat cair menjadi referensi atas jumlah ion serta konsentrasi padatan (Total Dissolved Solid / TDS) yang terlarut di dalamnya. Konsentrasi ion di dalam larutan berbanding lurus dengan daya hantar listriknya. Semakin banyak ion mineral yang terlarut, maka akan semakin besar kemampuan larutan tersebut untuk menghantarkan listrik. Sifat kimia inilah yang digunakan sebagai prinsip kerja conductivity meter.

Dijelaskan bahwa, Sebuah sistem Alat Ukur Konduktivitas tersusun atas dua elektrode, yang dirangkaikan dengan sumber tegangan serta sebuah ampere meter. Elektrode-elektrode tersebut diatur sehingga memiliki jarak tertentu antara keduanya (biasanya 1 cm). Pada saat pengukuran, kedua elektrode ini dicelupkan ke dalam sampel larutan dan diberi tegangan dengan besar tertentu. Nilai arus listrik yang dibaca oleh ampere meter, digunakan lebih lanjut untuk menghitung nilai konduktivitas listrik larutan.