Kadar Air Kayu Faktor Terpenting!

Kadar Air Kayu Faktor Terpenting!

kayu lembab

Kadar Air Kayu Faktor Terpenting!

Jadi mengapa kadar air kayu begitu penting? Karena menyebabkan kayu untuk mengecilkan dan memperluas . Akan selalu ada beberapa perubahan musiman, tetapi jumlah terbesar dari penyusutan terjadi ketika pengeringan kayu dari “hijau” untuk tingkat kelembaban normal.

Pengeringan kayu (juga bumbu kayu atau bumbu kayu) mengurangi dengan kadar air kayu sebelum penggunaannya.

Ada dua alasan utama untuk pengeringan kayu:

Woodworking: bila kayu digunakan sebagai bahan konstruksi, baik sebagai dukungan struktural dalam sebuah gedung atau di woodworking benda, akan menyerap atau desorb kelembaban sampai berada dalam kesetimbangan dengan lingkungannya. Equilibrium (biasanya pengeringan) menyebabkan penyusutan tidak merata di hutan, dan dapat menyebabkan kerusakan pada kayu jika equilibrium terjadi terlalu cepat. Equilibrium harus dikontrol untuk mencegah kerusakan pada kayu.

Kayu terbakar: ketika kayu terbakar, biasanya terbaik untuk mengeringkannya terlebih dahulu. Kerusakan dari penyusutan bukanlah masalah di sini, dan pengeringan dapat melanjutkan lebih cepat daripada dalam kasus pengeringan untuk tujuan woodworking. Kelembaban mempengaruhi proses pembakaran, dengan hidrokarbon yang tidak terbakar naik cerobong asap. Jika log basah 50% dibakar pada suhu tinggi, dengan ekstraksi panas yang baik dari gas buang mengarah ke 100 ° C suhu gas buang, sekitar 5% dari energi log yang terbuang melalui penguapan dan pemanasan uap air. Dengan kondensor, efisiensi dapat ditingkatkan lebih lanjut; tetapi, untuk kompor normal, kunci untuk membakar kayu basah untuk membakar sangat panas, mungkin mulai api dengan kayu kering.

Kadar Air Kayu Faktor Terpenting!

Kadar air kayu menunjukkan banyaknya air yang terdapat pada kayu, dinyatakan dalam persen terhadap berat kering tanurnya. Kayu perlu dikeringkan sebelum dikerjakan, sampai mencapai kadar air yang sesuai dengan tempat dimana kayu akan digunakan. Kadar air kayu adalah banyaknya air yang terkandung dalam kayu yang dinyatakan dalam persen terhadap berat kering ovennya. Kadar air kering udara adalah kondisi kayu dalam keadaan kering udara, yang mana pada kondisi ini kayu tidak menyerap atau melepaskan air. Dengan demikian bila digunakan untuk komponen bangunan dapat dikatakan kayu tersebut tidak mengalami pengembangan maupun penyusutan, kalaupun terjadi sangat kecil, sehingga tidak merusak elemen bangunan secara keseluruhan. Oleh karena itu kayu bangunan sebelum digunakan harus diketahui terlebih dahulu kadar airnya. Kadar air kayu yang aman untuk penggunaan pada bangunan adalah kadar air kering udara, untuk Indonesia sekitar 15% – 20% (Budianto, 1996).
Bila kadar air kayu tersebut tinggi, maka harus dilakukan pengeringan kayu. Pengeringan kayu adalah proses untuk melepas sebagian air yang terkandung didalam kayu sehingga mencapai kadar air kayu tertentu atau yang diinginkan. Pengukuran kadar air kayu dapat dilakukan baik di lapangan maupun di laboratorium. Pengukuran kadar air kayu di lapangan dilakukan dengan menggunakan alat moisturemeter. Pada alat tersebut akan terbaca secara langsung besaran kadar air kayu yang diukur.

Pengukuran kadar air di laboratorium dapat dilakukan dengan cara :
1. Contoh uji kayu yang akan diukur kadar airnya ditimbang untuk mengetahui berat awalnya (BA).
2. Contoh uji dikeringkan dalam oven pada suhu 103o ± 2oC.
3. Setelah dikeringkan contoh uji ditimbang. Kemudian dikeringkan lagi sampai diperoleh berat tetap (BKT).
4. Kadar air dihitung dengan rumus : Brt awal – brt akhir / brt akhir x 100%
Pengeringan Buatan (Kiln Drying) merupakan lanjutan hasil perkembangan pengeringan udara. Dengan kemajuan dan perkembangan teknologi modern, meningkatnya permintaan akan kayu berkualitas tinggi, maka timbul usaha pengeringan buatan yang lebih efektif dan lebih efisien daripada pengeringan udara.
a. Kebaikannya :
o Waktu pengeringan sangat singkat
o Kadar air akhir dapat diatur sesuai dengan keinginan, disesuaikan dengan tujuan penggunaan
o Kelembaban udara (RH), temperatur dan sirkulasi udara dapat diatur sesuai dengan jadwal pengeringan
o Terjadinya cacat kayu dapat dihindari dan beberapa jenis kayu dapat diperbaiki
o Kontinuitas produksi tidak terganggu dan tidak diperlukan persediaan kayu yang banyak
o Tidak membutuhkan tempat yang luas
o Kualitas hasil jauh lebih baik
b. Kekurangannya :
o Memerlukan investasi / modal yang besar
o Memerlukan tenaga ahli pengalaman
o Sortimen kayu yang akan dikeringkan tertentu
Dry Kiln tebagi menjadi dua bagian :
1. Compartment Kiln
2. Progressive Kiln
Letak perbedaan kedua jenis ini sebagai berikut :
1. Compartment Kiln :
o Tingkat kekeringan kayu sama
o Pintu masuk lori sama dengan pintu keluar
o Arah pergerakan udara melintang kiln
o Tidak membutuhkan ruang yang besar
2. Progressive Kiln :
o Tingkat kekeringan kayu berbeda
o Pintu masuk dan pintu keluar tidak sama
o Arah pergerakan udara berlawanan dengan arah lari
o Merupakan bentuk terowongan
Pekerjaan pengeringan kayu dengan kiln dapat dibagi dalam 4 tahap yaitu :
a. Tahap penyediaan alat – alat
b. Tahap penumpukan / penyusunan kayu
c. Tahap pengambilan contoh – contoh kayu pengamatan
d. Tahap pekerjaan selama pengeringan berlangsung yang mencakup: penggunaan jadwal pengeringan, pengaturan dan pengawasan suhu serta kelembaban udara di dalam kiln
Jika kayu yang diletakkan pada suatu atmosfer dengan kelembaban tertentu pada akhirnya akan mencapai suatu kadar air yang tetap, disebut kadar air keseimbangan (equilibrium moisture content). Kadar air seimbang ini tergantung pada lembab nisbi dan suhu dari udara sekelilingnya. Perubahan-perubahan kadar air umumnya sangat besar pada permukaan kayu dimana perubahan-perubahan kadar air berlangsung cepat. Sebaliknya dibagian dalam kayu perubahan kadar air lebih lambat, sebab waktu yang dibutuhkan oleh air untuk berdifusi dari atau ke bagian luar kayu lebih lama. Oleh karena itu dalam sepotong kayu umumnya terdapat dua kelainan kadar air kayu, yaitu kadar yang rendah (kecil) pada permukaan kayu dan kadar air yang tinggi (besar) pada bagian dalam kayu. Diantara kedua titik berlainan itu terdapat peralihan kadar air yang berangsur-angsur.