Cara pembuatan garam dan manfaatnya untuk kulit

Cara pembuatan garam dan manfaatnya untuk kulit

petani garam

Cara pembuatan garam dan manfaatnya untuk kulit

Untuk awal saya akan menjelaskan bagaimana pembuatan garam dari jaman nenek moyang sampai dengan saat ini.. cekidot!

1. Hampir semua orang pernah menambahkan garam dapur ke dalam makanannya ketika makanan itu terasa kurang enak. Hampir semua orang juga tahu bahwa garam harganya amat murah. Tapi apakah mereka semua tahu bagaimana garam dibuat?

Tahukah kamu bahwa keringat dan air mata kita mengandung garam? Nah, garam bisa “dibuat” dari keringat dan air mata lho. Caranya sederhana. Kumpulkan air mata orang-orang yang menangis dalam suatu wadah. Lalu biarkan wadah itu di bawah terik matahari. Suatu saat, walaupun air mata belum menguap semua, mulai terbentuk endapan, yaitu padatan di dasar wadah air mata tersebut. Mengapa terbentuk endapan? Karena pada saat itu, garam atau zat lain yang terkandung dalam air mata, tidak bisa semuanya larut dalam air karena jumlah air berkurang oleh penguapan, sehingga terjadilah endapan. Artinya, air yang tersedia sudah tidak sanggup lagi melarutkan semua garam yang ada.

Bagaimana cara mengetahui bahwa yang mengendap itu adalah garam? Kita tahu caranya kalau kita mengetahui sifat garam. Ya, salah satu sifatnya adalah rasanya yang asin. Jadi, tanpa harus menunggu air matanya menguap semua, kita saring air mata yang telah mengandung endapan tersebut. Setelah itu, ambil secuil padatan endapan hasil penyaringan, lalu coba rasanya di lidah.

2. Membaca uraian di atas, beberapa di antara kamu mungkin protes: “Garam diambil dari air laut, bukan dari air mata!” Ya, kamu benar, anggaplah alinea di atas hanya canda ilmiah. Tapi proses “pembuatannya” tetap seperti di atas, yaitu air laut dibiarkan di bawah terik matahari agar menguap, hingga terbentuklah endapan berupa kristal garam.

Yang menarik, tidak ada catatan sejarah tentang “pembuatan” garam dengan cara yang berbeda. Sepanjang sejarah peradaban manusia, garam dibuat dengan cara itu. Berbeda dengan cara pembuatan zat lain, misalnya asam sulfat, yang berubah caranya dengan perkembangan teknologi, “pembuatan” garam secara prinsip tetap tidak berubah.

Mengapa saya selalu menggunakan tanda kutip pada kata “dibuat” atau “pembuatan” di atas? Seorang ahli kimia tidak menggunakan istilah “pembuatan” untuk proses di atas, melainkan pemisahan. Garam yang diperoleh dari air laut melalui proses pemisahan, karena garam dengan sifatnya yang asin itu sebetulnya telah ada dalam air laut. Yang dilakukan hanyalah memisahkannya dari air dan dari zat-zat lainnya yang juga terdapat dalam air laut.

Suatu zat dikatakan dibuat melalui proses pembuatan jika zat itu diperoleh dari zat lain yang sifatnya berbeda. Sebagai contoh, asam sulfat yang cair dapat dibuat dari gas belerang trioksida, atau alkohol bisa dibuat dari minyak bumi.

3. Sekarang, kamu sudah tahu bagaimana garam dapur diperoleh. Kamu juga seharusnya sudah bisa membedakan istilah “pembuatan” dan “pemisahan”. Silakan cari zat-zat lain yang kita gunakan sehari-hari, dan coba temukan bagaimana zat-zat itu diperoleh atau dibuat. Coba pikirkan, apakah prosesnya berupa pemisahan atau pembuatan.

Cara pembuatan garam dan manfaatnya untuk kulit

garam mandi

Untuk selanjutnya, saya akan memberikan cara pembuatan garam untuk manfaat kulit :

Mandi dengan air hangat atau berendam dalam sabun yang baunya menyenangkan adalah salah satu cara menenangkan diri usai letih beraktivitas. Jangan heran kalau kaum Hawa punya aneka rupa sabun dalam berbagai bentuk.
Berendam dalam garam mandi mungkin hanya satu upaya menghilangkan rasa letih itu. Membuat sendiri garam yang wangi untuk ditabur ke bak juga ternyata tidak sulit. Selain untuk diri sendiri, garam mandi bisa menjadi hadiah bagi sahabat-sahabat perempuan Anda.
Untuk membuatnya dibutuhkan garam Epsom. Garam ini adalah penghilang gatal dan bisa menghilangkan kotoran dari tubuh. Bila sulit menemukan garam Epsom, gunakan garam laut.
Campur dua cawan garam Epsom dengan dua sendok teh minyak sayur. Bila memilih garam laut, ganti takaran menjadi satu perempat cawan garam laut. Pilihan minyak sayurnya bisa berupa minyak jojoba, minyak almond, minyak zaitun, grapeseed, atau minyak sayur lain.
Kemudian tambahkan lima hingga 10 tetes minyak esensial yang paling disukai. Seperti cendana, lavender, eukaliptus, atau sesuai selera aroma.
Bisa juga menambhkan pewarna makanan pada garam tersebut. Pewarna akan menjadikan garam bertambah cantik dan unik jika dikemas sebagai hadiah. Teteskan sedikit saja pewarna makanan tersebut. Jangan terlalu. Memang air rendaman nanti akan turut berwarna, tapi jangan takut warna tersebut aman bagi tubuh.
Menggunakan garam laut akan memberi efek yang berbeda dari garam Epsom. Air akan terasa lebih lembut. Ditambah uap panas dari garam laut akan meninggalkan tekstur seperti habis bermain di pantai ke rambut.

 

Tinggalkan Balasan